Pesan Produk Sekarang

Tobat sebelum terlambat

Dahulu kala, hiduplah seorang laki-laki yang telah membunuh 99 orang. Suatu ketika, ia jenuh dengan kejahatannya dan ingin bertobat.
Kemudian, ia disarankan menemui seorang abid (ahli ibadah), seorang ahli ibadah namun sayang kurang berilmu.

Laki-laki itu bertanya kepada si abid,

“wahai abid, mungkinkah orang yang sudah membunuh 99 jiwa diampuni dosanya?”

“tidak, ia tidak akan diampuni” jawab si abid.

Mendengar jawaban itu, laki-laki tersebut marah dan dibunuhlah si abid, sehingga genap 100 orang yang telah dibunuhnya.

Kemudian, ia meminta kepada orang-orang agar ditunjukan kepada seorang ulama. Ditunjukanlah ia kepada seorang ulama yang paham ilmu agama. Laki-laki itu pun bergegas menuju ulama tersebut untuk menanyakan masalahnya.

Sesampainya di kediaman sang ulama, ia bertanya,

“mungkinkah orang yang sudah membunuh 100 orang diampuni dosanya jika bertobat?”

“tobatmu bisa diterima dan insya Allah dosa-dosamu diampuni. Hanya, kamu harus meninggalkan tempat tinggalmu yang penuh maksiat itu dan pergi kesuatu tempat yang penduduknya taat beribadah kepada Allah. Hidup dan beribadahlah bersama mereka,” terang ulama itu.

Laki-laki itu pun pergi menuju tempat yang dimaksud untuk memperlancar tobatnya. Namun, di tengah perjalana, tiba-tiba ia terjatuh dan meninggal. Lalu, turunlah dua malaikat, yaitu malaikat ramhat dan malaikat azab.

“orang ini bagianku, karena ia telah berniat sepenuh hati untuk bertobat,” kata malaikat rahmat.

“tidak! Orang ini bagianku. Meski ia berniat dengan sepenuh hati untuk bertaubat, namun belum ada kebaikan sedikitpun yang dilakukannya,” bantah malaikat azab.

Ditengah perdebatan itu, turunlah malaikat lain untuk menengahi perdebatan dua malaikat tersebut.

“begini saja, ukur jarak antara tempat tinggalnya dan tempat tujuannya. Seandainya jaraknya masih jauh dari tempat tujuan, ia milik malaikat azab. Namun bila jaraknya sudah dekat ke tempat tujuan, ia milik malaikat ramhat.”

Lalu, diukurlah jarak yang ditempuh oleh laki-laki itu. Ternyata jaraknya lebih dekat sejengkal ke tempat tujuan. Maka, ruh laki-laki itu pun disambut oleh malaikat rahmat.


Kisah ini diriwayatkan oleh imam bukhari dan imam muslim dalam kitabnya, shahih bukhari dan shahih muslim.

Koleksi Produk Lainnya :

Posting Komentar

 
Copyright © 2014. BukaBaju Template - Design: Gusti Adnyana