Kekuatan Ikhlas
Namun belakangan kekhusyukkannya dalam beribadah terusik oleh kabar yang beredar bahwa di kampung ada sebatang pohon yang disembah oleh warga kampung. Si abid merasa bertangung jawab untuk menyadarkan warga kampungnya agar kembali ke jalan yang benar.
Ia merenung dan mencari cara untuk menyadarkan warga kampungnya agar tidak menyembah pohon tersebut.
Setelah sekian lama merenung, Abid berkesimpulan bahwa akar timbulnya kesesatan di kampungnya adalah pohon tersebut. Karena itu, si Abid bertekad menebang pohon itu agar warga kampung tidak lagi menyembah dan kembali menyembah Allah SWT.
Si abid mengambil dan mengasah sebilah kapak sampai tajam. setalah itu, ia berangkat menuju ujung kampung tempat pohon itu berada.
Namun, di tengah perjalanan, ia dihentikan oleh setan yang menyamar sebagai seorang laki-laki paruh baya.
"wahai abid kau mau kemana?" Tanya setan
"Aku mau menebang pohon di ujung kampung itu” jawab abid singkat sambil meneruskan langkahnya
Setan berusaha menghadang abid dengan berdiri di hadapannya
"Apa salah pohon itu, sehingga kau harus menebangnya?"
"Pohon itu dijadikan sesembahan oleh warga kampung, ini perbuatan sirik. Karena itu aku harus menebangnya." tegas Abid
"Lebih baik kau urungkan saja niatmu menebang pohon itu. Sekalipun kau menebang pohon itu warga kampung akan mencari pohon lain untuk disembah” bujuk laki-laki tua
"Aku tidak punya waktu untuk berdebat. Jangan halangi jalanku” tegas Abid
Namun, setan tetap berusaha menghalangi abid. Maka terjadilah perkelahian antara abid dengan setan.
Abid dapat mengalahkan setan dengan mudah. Menyadari dirinya dalam keadaan terjepit, setan menyerah.
"Aku menyerah jangan bunuh aku. Silahkan kau lanjutkan niatmu menebang pohon itu. Namun, aku ingin memberikan sebuah penawaran yang menguntungkan bagi kamu” setan bersiasat
"Penawaran apa?" Tanya Abid
Setan mulai melihat titik lemah abid, ia pun memanfaatkan titik lemah itu untuk menggagalkan niat abid menebang pohon.
"Begini, kau urungkan niatmu menebang pohon itu. Sebagai gantinya, aku akan memberikan uang dua dinar setiap hari kepadamu. Setiap pagi, aku akan memasukan uang dua dinar ke rumahmu dari celah bagian bawah pintu rumahmnu. Sebagai bukti kesungguhanku, ini aku berikan uang dua dinar sebagai tanda jadi”, setan meluncurkan tipu dayanya
Si abid melepaskan cengkraman tangannya di leher setan. Ia terlihat memikirkan penawaran setan yang cukup menguntungkan
"Tidak usah lama-lama berpikir. Kau terima saja penawaranku ini. Uang dua dinar setiap hari lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupmu. Kau tidak perlu lagi bekerja mencari nafkah. Kau bisa menggunakan waktumu untuk beribadah kepada Allah dengan khusuk, sehingga derajatmu di sisinyasemakin naik” bujuk setan
Abid goyah, ia terpedaya oleh setan. Ia menerima penawaranya, ia tidak jadi menebang pohon itu dan pulang kerumahnya. Esok harinya, abid melihat ke bawah pintu rumahnya. Ternyata benar, disana telah tergeletak uang dua dinar. Hari berikutnya, ia juga mendapatkan uangnya.
Namun pada hari ketiga, abid tidak mendapatkan kembali uang dua dinar. Ia kesal. Ia merasa dibohongi dan dipermainkan. Ia masih tidak sadar bahwa laki-laki peruh baya itu adalah setan.
Abid lalu mengmbil kapaknya dan mengasahnya lebih tajam dari sebelumnya.
Ia lalu berangkat ke ujung kampung untuk menebang pohon itu. Di tengah jalan ia kembali dihadang oleh setan.
"Mau kemana abid? Tampaknya terburu-buru sekali?" Ujar setan masih dengan menyamar seorang laki-laki paruh baya.
"Dasar pembohong! Kau mengingkari janjimu. Aku mau menebang pohon itu” tegas abid
"Lebih baik kau pulang saja. urungkan saja niatmu menebang pohon itu” kata setan
"Menyingkir dari jalanku atau kau akan ku bunuh” tegas abid
Setan tidak mau menyingkir ia menghalangi abid untuk menebang pohon itu. Terjadilah perkelahian sengit.
Namun kali ini setan yang memenangkan perkelahian. Abid terjepit
"Jangan pernh lagi berpikir untuk menebang pohon itu atau kau akan ku bunuh” gertak setan
Setan melepaskan himpitannya dan menyuruh abid pulang
"Kemarin aku dapat dengan mudah mengalahkanmu, tetapi kenapa hari ini aku yang kalah?" Tanya abid
“kemarin niatmu untuk menebang pohon itu ikhlas karena Allah. Karena itu, kau bisa mengalahkanku dengan mudah. Tapi, niatmu untuk menebang pohon itu hari ini karena uang. Karena itu kau dapat kukalahkan. Tahukah kau bahwa sebenarnya aku adalah setan” ujar setan
Setelah itu ia berlalu meninggalkan abid dengan tawa kemenangan. Abid pun kemudian menyesali kesalahannya.

Posting Komentar