Pesan Produk Sekarang

Setan tak pernah putus Asa

Dulu dikalangan bani israil, ada seorang ahli ibadah (abid) yang sangat termashur.
Selain beribadah, orang tersebut juga mengajak orang–orang dikampungnya untuk turut beribah kepada Allah, hal ini membuat setan gusar, ia tidakrela menusia beribadah kepada Allah.

Beragam cara dilakukan setan untuk menggoda si abid, namun usahanya selalu kandas di tengah jalan, uapaya setan untuk menggoda dan menyesetkan selalu berakhir dengan kegagalan. Justru abid semakin taat beribadah kepada Allah. Setanpun pusing tujuh keliling. Ia memutar otak bagaimana caranya menggoda dan menggelincirkan abid.

Sementara itu, di ujung kampung tinggallah empat orang saudara. Tiga orang laki-laki dan yang termuda seorang perempuan berparas cantik. Tiga saudara itu tengah bingung. Mereka mendapat  penggilan untuk berangkat ke medan perang karena mereka berstatus prajurit.

Namun, mereka bingung dengan nasib adik perempuannya. Jika dititipkan ke orang kampung, siapa orang yang bisa dipercaya. Akan tetapi jika diajak serta ke medan perang, justru kondisinya akan lebih buruk. Bagaimana jika adiknya tertawan oleh musuh?

Ditengah kebingungan mereka, setan membisikan ke hati tiga saudara mereka  agar menitipkan adiknya ke abid, abid tampaknya cukup bisa dipercaya menjaga adiknya.

"Ohh iya kenapa kita tidak terpikir? Dikampung kita kan ada orang abid yang soleh dan selalu menjaga dari hal-hal yang tercela. Kita titipkan saja adik kita kepadanya” usul saudara tertua.

"Betul juga. Kita titipkan saja adik ke si abid itu." sambung saudara ke tiga

"Aku juga setuju" ujar saudara kedua

Akhirnya mereka berangkat menuju rumah abid untuk menitipkan adiknya. Sesampai di rumahnya, saudara tertua mengutarakan meksud kedatangan mereka. Abid menolak ia tidak bersedia menerima amanah itu.

"Wahai abid jika engkau tidak bersedia kepada siapa lagi kami akan menitipkan adikkami. Kami lebih percaya menitipkan adik kami kepada engkau. Bisa saja kami titipkan kepada salah seorang warga kampung ini, namun jika mereka tidak amanah dan terjadi sesuatu pada adik kami, tentulah engkau yang ikut bertanggung jawab. Karena engkau menolak maksud kami, sehingga kami terpaksa menitipkan adik kami kepada orang yang belum tentu bisa dipercaya" Terang saudara tertua

Abdi bimbang, disatu sisi ia tidak mau membuka celah untuk setan, tapi disisilain ia juga bertanggung jawab terhadap nasib gadis itu, akhirnya abid memutuskan menerima gadis itu untuk tinggal di tempatnya.

"Baiklah, aku bersedia menerima amanah ini , adikmu bisa tinggal dipondokan di depan pondokanku aku bisa mengawasi adikmu dari jendela pondokanku" Ujar abid

Ketiga saudarpun menitipkan adik perempuan mereka kepada abid, dan mereka berangkat ke medan perang dengan perasaan lega, kerana adik mereka berada dalam penjagaan dan pengawasan abid.
Abid mengatur segala keperluan gadis itu dengan sebaik-baiknya agar tidak timbul fitnah.

Jika waktu makan tiba ,abid meletakkan sepiring makanan dan segelas minum di depan pintu pondokannya. Lalu ia memberi tahu gadis itu bahwa makanan sudah siap. Gadis itu pun membuka pintu dan keluar mengambil makanan dan minuman yang diletakkan abid di depan pintu pondokan abid. Hal ini berlangsung selama beberapa waktu.

Setan yang sejak awal geram kepada abid, memanfaatkan situasi ini untuk menggoda dan menyesatkan abid,

“sebaiknya mekanan itu tidak kautaruh di depan pintu pondokan mu ,bagaimana jika saat gadis itu keluar mengambil makanan terlihat oleh laki-laki yang tidak baik, hal ini bisa mendatangkan bahaya bagi gadis itu. Lebih bagus dan berpahala jika kau meletakkan makanan dan minuman untuk gadis itu didepan pintu pondokannnay. Kaulah yang keluar dan meletakkan nya disana, itu lebih menjaga keselamatan gadis itu."

Abid mencoba mencerna bisikan yan muncul dalam hatinya.

"Masuk akal juga. memang sebaiknya sihh begitu.." pikir abid.

Ia lupa bahwa itu adalah bisikan setan yang sedang mencari jalan untuk menggoda dan menyesatkan dirinya.

Maka setiap waktu makan tiba, abid keluar dari pondokannya dan meletakkan makanan dan minuman di depan pondokan gadis itu. Ia kembali ke pondokannany, lalu ia memberitahu si gadis bahwa makanan sudah siap. Kemudian gadis itu tinggal membuka pintu dan mengambil makanan tersebut. 

Hal ini berlangsung selama beberapa waktu.

Setan yang licik benar-benar tekun dan sabar menjalankan rencananya dalam menggoda abid. Setan membisikan ke dalam hati abid

"Rasanya kurang baik juga meletakkan makanan itu di depan pintu pondokan gadis itu, baaimana jika ada binatang yang memakan makanan itu? Tentu mubadzir, lebih baik dan berpahala jika kau mengetuk pintu pondokan gadis itu dan memberikannya langsung kepadanya"

Abid kembali termakan oleh hasutan setan, ia tidak menyadarinya. 

"Benar juga kalau ada binatang yang memekan makanan itu tentu itu menjadi mubadzir dan gadis itu tidak mendapatkan jatah makan" Pikir abid.

Maka ketika waktu makan tiba, abid mengantarkan makanan itu ke pondokan si gadis, mengetuk pintunya dan menyerahkan langsung kepadanya.

tentu saja saat menyerahkan makanan abid beradu pandang dengan gadis itu.
Hal ini berlangsung beberapa waktu.

Setanpun kembali melancarkan aksinya, setan benar-benar licik, ia perlahan-lahan menjalankan strateginya, secara sepintas, apa yang dilakukan abid itu wajar, tetapi sesungguhnya inilah perangkap setang yang siap menjeratnya.

Setan membisikan ke dalam hati abid.

"kasihan gadis itu, kesepian tinggal sendiri di pondokan, sementara kakak-kakaknya masih lama kembali dari medan perang. Ia bisa jenuh dan frustasi, kalau sampai frustasi, ia bisa melakukan sesuatu yang merugikan dirinya sendiri. Sesekali ajaklah dai mengobrol sekadar untuk mengusir kejenuhan dia"

Abid memikirkan bisikan yang berhembus di dalam hatinya.

“masuk akal juga sudah lebih dari dua bulan ia berada di sini , ia bisa merasa jenuh dan frustasi. Aku tidak mau dimintai tanggung jawab kalau gadis itu melakukan sesuatu hal yang merugikan dirinya. Jadi memang  ada baiknya sesekali aku mengajaknya ngobrol" gumam abid

sepertinya jalan pikiran abid mulai bisa dikendalikan oleh setan.

Sesekali abidpun berkunjung ke pondokan gadis itu dan mengajaknya ngobrol, ia tidak sadar jika di pondokan itu hanya berdua dengan si gadis. Itu artinya pihak ketiga dari keduanya adalah setan.

Hal ini berangsung beberapa waktu.

Abid terlihat akrab setiap kali mengobrol dengan gadis itu.

Suatu ketika saat abid sedang mengobrol dengan gadis itu, setan membisikan jurus mautnya

"Hai abid, lihatlah gadis itu ,cantik bukan? Perhatikan mulai dari ujung rambut sampai ujung kakinya.menggairahkan bukan? Apakah kau tidak tertarik dengannya?di pondokan ini hanya ada kalian berdua ,manfaatkan kesempatan ini"

Setan menyerang benteng iman abid bertubi-tubi di tambah lagi situasi yang memungkinkan untuk melakukan perbuatan nista itu.

"Kau tenan saja, gadis itu tidak akan cerita apa-apa kapada kakaknya, masalah dosa kau bisa bertaubat, kau sendiri kan tahu Allah maha pengampun"

setan terus menghasut abid agar melakukan perbuatan nista itu .

Akhirnya iman abid goyah, akalnya terbutakan oleh nafsu yang semakin memuncak. Perbuatan nista itupun terjadi.abid menyetubuhi gadis itu.

Setan tertawa merayakan kemenangannya, namun ia belum puas, ia ingin abid jatuh ke jurang dosa yang lebih dalam. Kali ini setan menakut-nakuti abid.

Setan membisikan ke dalam hati abid

"kau telah berbuat dosa besar, mungkin kau bisa bertaubat kepada Allah, tapi bagaimana dengan gadis itu? apakah kau percaya ia tidak akan bercerita kepada kakak-kakaknya? Tidak mungkin. Cepat atau lambat gadis itu pasti menceritakan kejadian tersebut pada kakak-kakaknya. Jika sampai demikian, habislah riwayatmu. Reputasimu hancur. Lebih dari itu orang sekampung akan menghukummu, jadi lebih baik kau bunuh saja gadis itu agar rahasiamu tidak terbongkar."

Abid meras kalut. Pikiran dan bisikan jahat terus berlalu-lalang dalam hati dan pikirannya, ia gelisah memikirkan nasibnya. Sementara itu setan terus menghasut abid agar membunuh gadis itu.

"Kau tenang saja dengan membunuh gadis itu masalah selesei, tidak ada yang tahu kaulah pembunuhnya, jika kakak-kakaknya tiba dari mendan perang dan menenyakan adiknya, katakan saja adiknya sakit keras dan akhirnya meninggal dunia" Hasur setan

Abid mulai goyah, hatinya yang keruh dan pikirannya yang kalut membuatnya tidak dapat berpikir jernih.

Akhirnya ia menuruti bisikan jahat yang dihembuskan setan.

Abid membunuh gadis itu dan menguburkannya di pintu belakang pondokan. Tidak ada orang yang mengetahui hal itu. Setan kembali merayakan kemenangannya, ia berhasil membuat abid melakukan dosa besar lagi.

Sekian waktu berlalu, kakak-kakak gadis itu pulang dari medan perang. Mereka bermaksud menjumpai adik bungsunya yang sudah sekian bulan ditinggalkan.

Tiga saudara itu pun langsung menuju pondokan abid, mereka menanyakan adik perempuan yang dititipkan di pondokannya.

Abid menyampaikan kepada kakak-kakak gadis itu bahwa adiknya sakit keras dan akhirnya meninggal. Ia lalu mengantar mereka dan menunjukan kuburan gadis itu.

Dengan perasaan sedih yang mendalam, tiga saudara itu memanjatkan doa untuk adiknya, setelah itu mereka berpamitan dengan abid. Meraka tidak curiga sama sekali kepada abid karena reputasinya yang dikenal sebagai ahli ibadah.

Sementara itu, setan belum puas memperdaya abid. Kali ini setan melancarkan aksinya, ia membisikan rasangka buruk dalam hati tiga saudara itu.

Setan menghembuskan ke hati dan pikiran tiga saudara itu

"apakah kau percaya begitu saja kepada ucapan abid? Bukankah sewaktu dititipkan kepadanya adikmu dalam keadaan sehat? Mungkinkah ia mendadak sakit keras? Rasanya tidak demikian. Mungkin saja ada sesuatu yang dirahasiakan abid."

Pikiran tiga saudara itu terpengaruh oleh bisikan setan. Mereka menduga-duga apa yang sebenarnya terjadi dengan adiknya

Setan kembali menanamkan kecurigaan kepada tiga bersudara itu

"mungkin saja abid tergoda oleh pesona kecantikan adikmu. Ia tidak kuat menahan diri. Lalu, adikmu diperkosa olehnya. Untuk menutupi aib, abid membunuh adikmu”

demikianlah setan menghasut tiga bersaudara itu dengan menanaman prasangaka buruk dan kecurigaan.

Tiga saudara itu terpengaruh. Mereka curiga kepada abid. 

"Jangan-jangan prasanganka kita benar" kata saudara termuda

"Iya, tidak ada salahnya kita menyelidiki kasus kematian adik kita" Ucap saudara tertua.

Mereka memikirkan bagaimana caranya mencari tahu kejadian yang sebenarnya. Akhirnya mereka sepakat untuk menanyakan kabar kematian adiknya kepada warga kampung. Karena tentunya warga mengikuti prosesi pengurusan jenazah dan penguburannya.

Ternyata setelah ditanyakan tidak ada seorangpun yang mengetahui kematian adik mereka dan tidak ada seorangpun yang mengikuti prosesi pengurusan jenazah dan penguburannya.

Tiga saudara itu semakin curiga kepada abid. Jangan-jangan prasangka mereka memang benar. Merekapun sepakat untuk langsung mengonfirmasinya kepada abid. Tiga bersaudara itu menemui abid. Sesampainya di sana mereka menyampaikan maksud mereka.

"Wahai abid, bukan kami tidak percaya dengan ceritamu. Akan tetapi agar hati kami tenang, lakukanlah sumpah dengan menyebut nama Allah bahwa memang benar adikku meninggal karena sakit. Jika kau berbohong, nyatakan dalam sumpahmu bahwa kau bersedia dilaknat oleh Allah di dunia maupun di akhirat” Ujar saudara tertua.

Abid terkejut. Mukanya pucat. Ia tidak menyangka mereka menaruh curiga kepadanya. Abid bingung. Di satu sisi ia tidak mau aibnya terbongkar. Tapi di sisi lain, ia juga tidak mau melakukan sumpah itu. Karena konsekwensinya sangat berat. Melakukan sumpah tersebut berarti menyatakan diri siap diazab oleh Allah. Karena sebenarnya gadis itu meninggal karena ulahnya.
Saat abid diselimuti rasa kebingungan.

Tiga bersaudara itu mendesaknya agar segera melakukan sumpah dengan nama Allah. Abid tersudut.

Akhirnya ia menceritakan kejadian yang sebenarnya, ia mengakui bahwa ia telah memerkosa gadis itu dan membunuhnya.

Kontan saja, amarah tiga saudara itu meledak. Mereka langsung menyeret abid untuk dihukum mati. Abid tidak bisa mengelak. Tidak lama kemudian, warga sekampung datang beramai-ramai. Mereka menghajar abid.

Saat itulah setan kembali menyampaikan diri di depan mata abid. Setan berkata

“wahai abid, tahaukah kau, apa yang kau alami sekarang adalah karena kau menuruti hasutanku. Aku tidak punya kekuatan untuk memaksamu melakukan dosa besar itu . aku hanya menggoda dan membisikannya kedalam hatimu. Ternyata kau menuruti bisikanku. Sekarang, maut sudah ada didepan matamu. Kali ini, aku bersimpati kepadamu. Aku mau menolongmu agar terlepas dari maut asal kau mau menuruti perintahku.”

"Apa itu?" Tanya abid dengan suara parau

"Kau sujud kepadaku dengan isyarat menganggukkan  kepalamu. Niscaya aku akan membebaskanmu dari ancaman maut ini” kata setan


Hukuman mati di depan mata membuat abid kalut. Tanpa berpikir lagi, ia pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda sujud kepada setan. Setelah itu, setan berlalu meninggalkan abid dengan tawa kemenangan. Sementara itu, abid tewas terpacung tanpa membawa iman.

Koleksi Produk Lainnya :

Posting Komentar

 
Copyright © 2014. BukaBaju Template - Design: Gusti Adnyana