Seruan yang menyejukan Hati
Suatu ketika, saat Khalifah Al-Makmun, salah seorang Khalifah dari Dinasti Abbasyah, memimpin rapat dengan para gubernurnya. tiba-tiba seorang penjaga istana menghadap beliau.
"Wahai Amirul Mukminin, ada orang tua yang ingin bertemu dengan tuan. Katanya ia ingin menyampaikan hal penting kepada tuan." ujar penjaga isatana
"Izinkan ia masuk. Setelah rapat aku akan menemuinya” ujar khalifah
Usai rapat dengan para gubernurnya, Khalifah Al-Makmun memerintahkan penjaga istana untuk membawa orang tua tersebut menghadapnya.
Orang tua itupun diantar oleh seorang penjaga istana menghadap khalifah. Begitu bertemu dengan Khalifah, orang tua itu memberikah kritik yang pedas kepadanya.
"Wahai orang tua, lembutkanlah suaramu! Sesungguhnya kau tidak lebih baik dari Nabi Musa, dan aku tidak lebih buruk dari fir'aun. Ketahuilah, Allah memerintahkan Nabi Musa As untuk menyeru fir’aun dengan perkataan yang lembut, tidak dengan perkataan sinis dan pedas yang dapat menyinggung perasaan” ujar khalifah
Seketika orang tua itu menyadari kesalahannya ia terdorong hawa nafsu. Kritik-kritiknya terhadap khalifah memang benar, namun ia menyampaikan dengan perkataan yang pedas dan cenderung kasar.
Ia pun meminta maaf kepada khalifah.

Posting Komentar