Pesan Produk Sekarang

Tamu Agung Imam Ahmad

Suatu ketika, imam Syafi’i mengabarkan kepada imam ahmad bahwa ia akan berkunjug ke rumahnya.
Sebagai murid, imam Ahmad merasa sangat gembira dikunjungi oleh gurunya, seorang ulama besar yang mempunyai reputasi tinggi didunia islam.
Imam ahmad pun menyampaikan kabar gembira itu kepada putrinya.

“besok kita kedatangan tamu istimewa. Seorang ulama besar yang dikaruniai kecerdasan yang mengagumkan. Akhlaqnya terpuji, keilmuannya diakui oleh dunia islam. Beliau menjadi rujukan para ulama untuk bertanya masalah-masalah fiqih. Karena itu kamu masak yang enak ya!” tutur imam Ahmad kepada putrinya.

“memangnya siapa tamu istimewa itu? Sepertinya ayah sangat membanggakannya,” tanya sang putri penasaran.

“tamu istimewa itu guru ayah, imam syafi’i” terang imam Ahmad.

“imam Syafi’i?”

“ya, imam Syafi’i,” tegas imam Ahmad.

“wah, tepat sekali kalau begitu. Selama ini ayah selalu menceritakan keistimewaan imam syafi’i. aku ingin tau seistimewa apa imam syafi’I itu. Aku akan mengamatinya,” gumam sang putri dalam hatinya.

Esok harinya imam syafi’I sampai dirumah imam ahmad menjelang sore hari. Imam ahmad menyambut imam syafi’I dengan sambutan hangat.
Imam ahmad mengajak gurunya itu berbincang tentang masalah umat di teras rumahnya. Murid dan guru itu larut dalam dialog yang hangat dan penuh keakraban.

Waktu maghrib tiba. Imam syafi’I sholat berjamaah bersama imam ahmad dan putrinya. Usai sholat maghrib masing-masing melakukan do’a, dzikir dan membaca al-quran sambil menunggu waktu isya’.

Ketika waktu isya’ tiba, ketiganya melakukan sholat isya’ berjamaah.
Usai sholat isya’ imam ahmad mengajak imam syafii makan malam.
Putri imam ahmad telah menyediakan hidangan istimewa untuk imam syafii sesuai pesan ayahnya. Imam syafii makan dengan cukup lahap.

Rupanya, putri imam ahmad memperhatikan imam syafii makan tanpa disadari oleh tamunya itu.

“ulama besar apaan? Katanya orang alim, tapi makanya banyak,” gumam sang putri menyaksikan kealiman imam syafii.

Usai makan, imam sayfii mohon izin untuk istirahat di kamar. Rupanya, sang putri masih penasaran dengan sosok imam syafii. Tanpa sepengetahuan tamunya, putri imam ahmad terus mengawasi aktifitas imam syafii dikamarnya melalui lubang pintu. Ternyata imam syafii tengah merebahkan tubuhnya ti tempat tidu.

Pada sepertiga malam, sang putri kembali mengintip imam syafii. Ia ingin tahu apa yang dilakukan imam syafii di sepertiga malam terakhir.
Hasilnya? Sang putri terkejut dengan apa yang disaksikan. Ia melihat imam syafii masih tertidur. Sementara ayahnya, tenga larut dalam qiyamul lail. Ia semakin menyaksikan kealiman imam syafii.

“ulama besar nggak bermutu! Bukannya qiyamul lail, malah tidur. Gimana ceritanya bisa disebut ulama besar?” gumam sang putri.

Karena penasaran, sang putri imam ahmad megintai imam syafii sampai subuh, ketika shalat subuh tiba, imam syafi'i bangkit dari tempat tidurnya. Sang putri bergegas menuju tempat wudhu dan langsung ke tempat shalat. Di sana, ayahnya elah menunggu.

Tidak lama berselang, imam syafii tiba.
Sang putri kembali bertanya-tanya dalam hatinya.

“sepengetahuanku, imam syafii belum mengambil wudhu. Tapi, kok langsung sholat? Wah, nggak bener nih! Ini sih bukan ulama besar..” celoteh sang putri dalam hatinya.

Usai sholat subuh, putri imam ahmad mendekat ke ayahnya dan mengajaknya berbincang. Sementara itu imam syafii telah kembali ke kamarnya.

“ayah, ayah bilang imam syafii adalah ulama besar. Ilmunya luas dan akhlaknya terpuji. Akan tetapi, selama beliau disini, aku perhatikan ada tiga hal yang tidak patut dilakukan oleh seorang ulama. Pertama, ia makannya banyak. Kedua, pada sepertiga malam terakhir, ia tidak qiyamul lail, tetapi malah tidur. Ketiga, saat akan shalat subuh, ia tidak berwudhu terlebih dahulu,” tutur sang putri.

Selanjutnya, imam ahmad mengonfirmasikan apa yang disampaikan putrinya itu kepada imam syafii.

Dengan tersenyum imam syafii berkata
“apa yang dikatakan putrimu itu benar”
“akan tetapi ada alasannya mengapa aku tidak melakukan tiga hal itu, pertama, aku makan cukup banyak semalam karena aku tahu kau adalah orang saleh. Insya Allah, memakan makananmu halal dan baik. Karena itu, aku makan cukup banyak. Makanan halal dan baik akan mendatangkan keberkahan."

"Kedua, semalam aku memang tidak melaksanakan qiyamul lail. Karena, semalaman aku mengarang sebuah buku. Saat aku berbaring untuk istirahat, seolah-olah Al-qur’an dan hadis terbentang di hadapanku. Akupun mengarang sebuah kitab tentang 72 masalah fiqih dan penyelesaiannya yang insya Allah akan memberikan manfaat yang besar bagi umat islam. Karena itu, aku tidak sempat qiyamul lail."

"Ketiga, saat akan shalat subuh, aku memang tidak wudhu lagi. Karena, aku masih memiliki wudhu isya’. Semalaman, sebenarnya aku tidak tidur. Aku berpikir tentang masalah umat dan mengarang buku. Karena itulah, aku tidak berwudhu lagi karena masih memiliki wudhu” terang imam syafii.

Mendengar penjelasan imam syafii, sang putri menyadari kekeliruannya. Ternyata imam syafii memang ulama luarbiasa.

Perhatikan ayat berikut:

“dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) kami, kami akan tunjukan kepada mereka jalan-jalan kami (subulana). Dan sungguh, Allah beserta orang-orang yang berbuat baik.”(QS.Al-Ankabut : 69)

Perhatikan kata subulana diatas, Allah menggunakan kata subulana yaitu bentuk jamak yang berarti jalan-jalan. Dan bukan sabilana (yang berarti jalan).
Karena jalan menuju keridhaan Allah itu banyak, tidak hanya satu. Artinya, silahkan kita menempuh sabil apa saja, yang penting bisa mengantarkan kita menuju ahirath. Tentu saja, sabil yang dimaksud di sini adalah sabil yang baik.

Karena didalam Al-quran disebutkan bahwa ada jalan orang yang bertaqwa( sabil al-muttaqin) dan ada juga jalan orang-rang berdosa(sabil al-mujrimin)


Dengan cara pandang demikian, seorang muslim tidak akan bersikap arogan dan menganggap bahwa jalan atau mazhabnya saja yang benar. Bukankah banyak sabil yang dapat mengantarkan kita ke shirath?bukankah banyak jalan yagn dapat mengantarkan kita kepada keridhaan Allah?

Koleksi Produk Lainnya :

Posting Komentar

 
Copyright © 2014. BukaBaju Template - Design: Gusti Adnyana